Desain Waterpark

All about waterpark concept & design

Zoo Waterpark Ragunan, Jakarta

Kebun Binatang Ragunan adalah kebun binatang pertama di Indonesia. Kebun binatang ini didirikan pada tahun 1864 dengan nama Planten En Dierentuin yang berarti “Tanaman dan Kebun Binatang.” Terletak pada tanah seluas 10 hektar di kawasan CikiniJakarta Pusat yang merupakan pemberian seorang pelukis ternama Indonesia, Raden Saleh. Saat itu, Planten En Dierentuin dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia.[1]

Tahun 1949, nama Planten En Dierentuin diubah menjadi Kebun Binatang Cikini dan pada tahun 1969 dipindahkan ke kawasan RagunanPasar MingguJakarta Selatan pada tahun 1964. Pemerintah DKI Jakarta menghibahkan lahan seluas 30 hektar yang menjadi rumah bagi kebun binatang ini.Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan Taman Margasatwa Ragunan pada 22 Juni 1966.

Kebun Binatang Ragunan adalah sebuah kebun binatang yang terletak di daerah RagunanPasar MingguJakarta SelatanIndonesia. Kebun binatang seluas 140 hektar ini didirikan pada tahun 1864. Di dalamnya, terdapat berbagai koleksi yang terdiri dari 295 spesies dan 4040 spesimen.

Ragunan sempat ditutup selama sekitar tiga minggu sejak 19 September 2005 karena hewan-hewan di dalamnya ada yang terinfeksi flu burung, namun dibuka kembali pada 11 Oktober. (Artikel by: Wikipedia)

Kami ada ide…,  jika Ragunan memiliki suatu wahana baru lain dari yang lain. berikut secu’il ide dan konsep yang smoga saja dapat terlaksana……….. amin

CATATAN:
Jika anda ingin membangun wahana wisata baik wisata air maupun permainan kering, percayakan perencanaan konsep desain sampai dengan pelaksaaannya pada kami:
 Ir. H. Hendro Prasetyo / Hj. Neni S.W
081808127049 / 08176988578
 
PT. PUTRAPRASENDO BERJAYA
Jl. Wibawa Mukti 2 No: 36 Jatiasih, Bekasi 17423
Telp: +62-21-82437804
Fax : +62-21-87717934
 

 

11/07/2010 - Posted by | Waterpark | , , , , , , ,

3 Komentar »

  1. Dear MAs Endo,

    proyek Ragunan, memang proyek yang prestise dan sebenarnya sdh waktunya kita mempunyai wahana fauna yang bertaraf international. Dari sejarahnya saja yang dibangun dari kepedulian anak bangsa di abad tersebut saja, seharusnya kita generasi muda yang tinggal menikmati dan melestarikan saja sulit untuk menggrebarak reposisi Wahana fauna tsb,.. tapi jangan khawatir mas … ibarat pepatah sdh mengajarkan, Bersatu Kita teguh bercerai kita runtuh, maka dengan senag hati kita back up proyek reposisi Wahana Fauna RAgunan, agar generasi anak cucu kita dapat belajar dan mamahami apa arti GREEN THINGKING, GREEN CONCEPT, GREEN STYLE, GREEN DAN GREEN DIMANA MANA.

    Bukankah kita ini bagian dari alam kitapun wajib untuk tetap terus mengajak lingkuangan sekitar, untuk cinta dan lestarikan lingkungan, salah satunya adalah TMR…..

    Green Regards, always, from MEEEEEEEEE…….

    Komentar oleh peony | 10/08/2010 | Balas

  2. saya mahasiswa semester 7 IPB urusan manajemen hutan yang sebentar lagi ingin membuat skripsi.

    bolehkah saya meneliti tentang pengaruh harga tiket terhadap minat pengunjung di ragunan?

    mohon balasanya.

    terimakasih

    Komentar oleh john sandi lembong | 05/11/2010 | Balas

  3. Dear Sandi,

    Kebetulan saya alumni IPB bogor juga, Sandi dari departemen apa?
    Dan untuk menjawab pertanyaan tersebut, kelihatannya ijin untuk mengadakan penelitain dimaksud bisa direalisir asal ada surat permohonan kepada pengelola Ragunan.

    Sandi coba datang kesana dan bertemu dengan pihak pengelola Taman Ragunan tersebut.

    Kira kira hanya itu yang bisa saya bantu, disertai doa untuk Sandi sukses selalu.

    Salam
    Lusi

    Komentar oleh Lusi Saleh | 02/03/2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: